Bali adalah sebuah pulau di Indonesia sekaligus menjadi salah satu provinsi di Indonesia. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni budayanya khususnya bagi para wisatawan mancanegara.

Bali terkenal dengan beragam bentuk kesenian seperti lukisan, patung, woodcarving, kerajinan, dan seni. Musik perkusi khas Bali yang juga dikenal sebagai Gamelan, sangat berkembang dan beragam. Tarian yang ada membawakan cerita dari dongeng Hindu seperti Ramayana dengan pengaruh Bali yang kental. Tarian Bali yang terkenal termasuk tarian Pendet, Legong, Baris, Topeng, Barong, dan Kecak.

Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan Gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian terdapat kekhasan dalam tehnik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam tari Kecak yaitu sebentuk gerakan dan nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam Gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya Gamelan Jegog, Gamelan Gong Gede, Gamelan Gambang, Gamelan Selunding, dan Gamelan Semar Pegulingan. Adapula musik Angklung dimainkan untuk upacara Ngaben, serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.

Perayaan Tahun Baru Hindu Nyepi yang dirayakan dalam bentuk menyepi tanpa melakukan kegiatan dalam satu hari. Pada hari ini semua orang tetap berada di rumah dan wisatawan dianjurkan untuk tetap di hotel. Sedangkan sehari sebelumnya, patung Ogoh-Ogoh penuh warna diarak dan akhirnya dibakar di malam hari untuk mengusir roh jahat.

Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan atau upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.

Kehidupan sosial budaya masyarakat Bali dilandasi filsafah Tri Hita karana, artinya Tiga Penyebab Kesejahteraan yang perlu diseimbangkan dan diharmoniskan yaitu hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), hubungan manusia dengan manusia (Pawongan) dan manusia dengan lingkungan (Palemahan).

Pada umumnya, bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran serta permainan warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.