Katalog informasi wisata tourism travel sejarah budaya flora fauna Indonesia
Sulawesi Tenggara adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Sulawesi. Ibukotanya Kendari terletak di jazirah tenggara Pulau Sulawesi. Provinsi ini berbatasan dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah di sebelah Utara, laut Flores disebelah Selatan, dan dengan laut Banda di bagian Timur serta teluk Bone di bagian Barat.
Penduduk asli Sulawesi Tenggara terdiri dari 5 jenis suku yang berbeda suku Tolaki, suku Morunene, suku Buton, suku Muna dan suku Bajo. Untuk mengatur hubungan kehidupan antara masyarakat, telah berlaku hukum adat yang senantiasa dipatuhi oleh warga masyarakat. Jenis hukum adat tersebut antara lain Hukum Tanah, Hukum Pergaulan Masyarakat, Hukum Perkawinan dan Hukum Waris.
Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki berbagai jenis kesenian yang potensial sehingga memperkaya khasanah kebudayaan Indonesia. Salah satu kesenian adalah tarian masyarakat yang dipersembahkan pada setiap upacara tradisional maupun menyambut tamu-tamu agung yang diiringi oleh alat musik tradisional antara lain Gong, Kecapi dan Suling bambu. Sulawesi Tenggara terkenal juga dengan seni ukirnya yaitu ukiran perak dan juga anyaman rotan serta kerajinan Gempol dari akar kayu.
Tarian yang identik dengan Sulawesi Tenggara dinamakan tarian Lulo atau Molulo. Tarian ini pada awalnya merupakan tarian yang sakral dan penuh filosofis, namun dalam perkembangannya Molulo sekarang sudah menjadi tarian pergaulan atau tarian rakyat yang biasanyan dilakukan secara spontan pada setiap acara baik itu acara pesta ataupun acara-acara pesta yang dilaksanakan oleh instansi-instansi atau ogranisasi.
Salah satu atraksi unik di Sulawesi Tenggara terdapat di Muna yaitu atraksi adu kuda jantan yang memperebutkan kuda betina. Aduan Kuda merupakan salah satu olahraga tradisional yang terkenal di Sulawesi Tenggara dan telah menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat luas.
Obyek dan daya tarik wisata Sulawesi Tenggara selain seni budaya dan adat istiadat juga bertumpu pada obyek-obyek dan daya tarik wisata alam khususnya wisata bahari. Kondisi alam di provinsi ini bergunung dan bukit, bergaris pantai yang panjang dengan pulau-pulau serta tanaman lautnya yang tersebar di wilayah propinsi ini.
Menurut Yayasan Wallacea dan Eco Survey dari Inggris yang bekerja sama dengan LIPI diketahui bahwa di gugusan pulau-pulau Tukang Besi di Wakatobi terdapat taman laut yang indah yang kaya dengan biota laut. Taman laut di kawasan tersebut mempunyai rating yang tinggi dan merupakan salah satu taman laut terbaik di dunia.
Taman Nasional Wakatobi begitu istimewa untuk dikunjungi. Di taman ini terdapat panorama keindahan alam bawah laut. Gugusan terumbu karang dapat dijumpai sekitar 112 jenis di sepanjang 600 km garis pantai. Di beberapa tempat di sepanjang karang, terdapat beberapa gua bawah laut yang menambah pesona Taman Nasional Wakatobi. Di samping keindahan yang disajikan oleh beraneka ragam terumbu karang, taman tersebut juga memiliki 93 spesies ikan yang berwarna warni. Selain itu, dapat juga dijumpai raja udang Erasia dan tiga jenis penyu yang sering bertelur di Taman Nasional Wakatobi yaitu penyu Sisik , penyu Tempayan dan penyu Lekang. Beraneka jenis burung juga dapat dilihat dari dekat ketika berkumpul di pulau maupun tatkala terbang dan sesekali menukik ke laut untuk berburu ikan.
Benteng Keraton Buton merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Kota Bau-bau Sulawesi Tenggara. Benteng peninggalan Kesultanan Buton tersebut dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin. Benteng Keraton Buton mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 Ha. Di sepanjang benteng terdapat 12 pintu untuk masuk dan keluar yang berfungsi menghubungkan komplek istana dengan perkampungan masyarakat.
Koleksi informasi obyek wisata tourism travel sejarah kultur budaya keanekaragaman flora dan fauna Indonesia.